Tren Pembelajaran Jarak Jauh

Pandemi belum berakhir, puncaknya saja belum. Sekolah masih sangat jauh dari kata dibuka. Di Amerika saja yg sdh duluan sampai sekarang sekolah belum dibuka. Bagaimana agar anak tetap belajar.

Berarti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akan masih berlangsung. Bagaimana jika PJJ justru menjadi trend pembelajaran masa depan? Setidaknya blanded karena dibutuhkan pembelajaran tatap muka utk pendidikan karakter seperti praktek attitude, social-emosional, leadership dan tim Building. Selainnya itu yang berkenaan dengan akademik bisa PJJ.

Karena belajar bukanlah untuk persiapan hidup, belajar adalah kehidupan itu sendiri (John Dewey). Berarti belajar memang tidak boleh dibatasi ruang dan waktu kecuali kematian itu batasnya. Belajar dari buaian sampai liang lahat.

Jika PJJ menjadi tren maka utk masalah akademik, bagaimana guru dan ortu berperan sebagai fasilitator. Siswa mulai mandiri belajar. Semua pemikiran ortu dan guru mulai tingkatan preschool sampai perguruan tinggi harus dn TIDAK BISA DITAWAR LAGI merancang model yang membuat siswa belajar mandiri. Ini hanya mungkin jika orang tua dan guru memahami betul paradigma meta-cognitive.

Apa itu meta-cognitive?
Untuk menjawabnya, bisa amati fenomena berikut,
Mengapa anak preschool pun bisa belajar mandiri di sebuah aplikasi game tertentu? Bahkan Ortu cukup memberikan fasilitas (Gadget) kemudian pembelajaran (game) mengalir dan mandiri, ortu tdk perlu repot-repot mengarahkan atau mengajarkan game tersebut, tapi anak begitu mandiri dan antusias di depan Gadget. Sebagian anak-anak ini bahkan bahasa Inggrisnya lebih fasih dari ortunya.
Ada apa dengan aplikasi game ini, sehingga anak begitu mandiri menjalankannya? Jawaban umumnya karena game menyenangkan menarik. Padahal dari tinjauan meta-cognitive unsur utama game menjadi menarik karena ada goal yang dituju yang anak kecil pun tahu. Banyak pembelajaran anak tidak mandiri karena anak tidak tahu tujuan belajar setiap topiknya. Tercapai atau belum sudah pada level mana bahkan siswa tidak tahu. Bagaimana anak bisa disuruh berjalan sendiri mencari jalannya sendiri jika tujuannya tidak tahu/diberitahu?

Bagaimana anak bisa belajar mandiri jika dia tidak tahu posisi dan tujuan pada topik pembelajarannya?

Di sinilah tidak mudahnya guru dan ortu. Dan guru-guru di sini asyik, di AnakLangit Daycare Preschool and Islamic Elementary School Cileunyi, metà-cognitive menjadi tantangan dan game. Yang berminat mendaftar di ALIPS maupun ALIES masih dibuka. Yang diluar Bandung atau berkendala jarak bisa ikut kelas online. Saat ini murid ALIPS terjauh ada dari Sumatra.

Online registration:

Anak Langit Islamic Elementary School (ALIES)
https://docs.google.com/forms/d/1L3ixR9lHu7bZhTMPIlp93dAcy5iO3qcjUAHqitA1hVg/edit

Anak Langit Islamic Preschool (ALIPS)
https://docs.google.com/forms/d/1AzdoY5wv6Lch2BMHApABY_fVrNVUciRe_Zv8knDyZ50/edit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s